September 14, 2014

SADAR HATI : Jaman Iku Owah Gingsir



Jaman Iku Owah Gingsir | Mas Kid Blog
SADAR HATI : Jaman Iku Owah Gingsir | Mask-ID.com - Jaman itu serba berubah. Misalnya dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saja, kemajuan IPTEK semakin hari semakin berkembang pesat. Media elektronik seperti perangkat komputer kini mulai digunakan sebagai alat penunjang dalam bekerja. Untuk itu diperlukan adaptasi untuk mengimbanginya. Ya, kita dituntut untuk terus belajar agar tidak ketinggalan jaman. 

Saya jadi teringat kasus yang dialami ibu saya beberapa minggu lalu. Perlu diketahui, ibu saya adalah wanita yang lahir di tahun 60-an. Beliau adalah seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Seperti yang saya utarakan pada paragraf sebelumnya, kita dituntut untuk terus belajar agar dapat mengimbangi kemajuan IPTEK. Ibu saya salah satu contohnya, tuntutan pekerjaan membuatnya harus bisa mengoperasikan komputer. Pasalnya sekolah dimana beliau bekerja mengharuskan karyawannya untuk bisa mengoperasikan internet, salah satunya bisa memanfaatkan surat elektronik atau electronic mail (e-mail) untuk menunjang pekerjaannya. Penggunaan e-mail ini untuk menerima pengumuman penting dari sekolah. Selain itu e-mail digunakan untuk mengirim hasil tugas dan pekerjaan sebagai seorang guru. Tugas-tugas tersebut diantaranya adalah membuat soal-soal ujian, silabus dan lain sebagainya. Mengoperasikan komputer saja masih awam, apalagi mengaplikasikan e-mail

Tuntutan pekerjaan tersebut mau tidak mau harus dilaksanakan bagaimanapun caranya. Alhasil, beliau pun mencoba untuk belajar sedikit demi sedikit. Saya sendiri mendapat mandat untuk menjadi mentornya. Awalnya, ibu saya bingung ketika saya jelaskan. Praktek langsung dengan menggunakan komputer pun telah beliau lakoni. Dengan niat dan usaha maksimal untuk tetap belajar dan terus belajar, lama kelamaan beliau paham bagaimana cara menyalakan komputer, paham bagaimana caranya mengaktifkan internet dan akhirnya ibu saya bisa mengaplikasikan e-mail. Sampai sekarang pun, ketika ada sesuatu yang beliau belum paham, pasti akan segera ditanyakan kepada saya. Itu semua dilakukannya agar tidak ketinggalan jaman. 

"Jaman iku owah gingsir, nek ora gelem sinau ngko ketinggalan", ungkapnya padaku. Kalau dipikir-pikir, benar juga kata beliau. "Jaman iku owah gingsir", ini adalah salah satu Peribahasa Jawa yang mengandung makna mendalam. 

Sebelum mengulas peribahasa jawa yang satu ini, kita ulas dahulu pengertian dari peribahasa. Menurut "Kamus Besar Bahasa Indonesia", peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa memiliki kandungan arti yang dapat berisi nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku. Walaupun tidak secara gamblang dijelaskan namun kita sendiri yang harus menginterpretasikan makna yang terkandung di dalamnya. Di Indonesia sendiri, banyak bahasa lokal atau daerah yang memiliki peribahasa yang menjadi bagian dari budaya daerah tersebut. Salah satunya adalah Peribahasa Jawa. 

Jaman Iku Owah Gingsir | Mas Kid Blog
Jaman itu serba berubah
Kembali ke peribahasa "Jaman iku owah gingsir", yang mengandung pengertian bahwa jaman itu serba berubah. Kita sebagai manusia harus bisa belajar beradaptasi dengan keadaan jaman yang terus berubah dari waktu ke waktu. Bukankah belajar itu tak mengenal usia. 

Seperti dalam surah Al-Alaq ayat pertama, iqro' bismi robbikalladzi kholaq. Ayat tersebut mengandung arti "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan". Saya bukan ahli tafsir Al-Qur'an, namun menurut pendapat saya surah ini memberikan gambaran agar kita selalu belajar dan mencari ilmu, dengan demikian kita dapat mengimbangi perkembangan jaman yang semakin berkembang pesat.

Saya bukanlah orang yang pintar dan dengan tulisan ini pun menjadi nasihat untuk diri sendiri agar saya tidak berhenti untuk belajar dan terus belajar karena "Jaman iku owah gingsir".  

Wallahu a'lam bishowab, semoga Allah SWT memberikan ridho dan curahan ilmu yang bertambah manfaat... Amin.

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati


Get the latest articles of this blog by enter your email address here :

Delivered by FeedBurner

Author : Adi Pradana | Save what I like, all is mine

Hai, nama saya Adi Pradana. Seorang blogger yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia. Terima Kasih telah membaca artikel "SADAR HATI : Jaman Iku Owah Gingsir". Jika ada kritik, saran atau pun tawaran kerja sama, hubungi saya via email ke adi.05mania@gmail.com. Jangan lupa untuk subscribe dan follow blog ini ya. Happy Blogging !

38 komentar:

  1. belajar dan mencari ilmu serta beribadah itu harga mati,,,wajibbbb,,,hehehe

    ReplyDelete
  2. Baru tau klo ada ungkapan jawa ky gini. Pdhl wong jowo asli *sungguh terlalu diriku ini*

    ReplyDelete
  3. Tetap semangat belajar buat Ibunya, Mas.
    Yang ngajarin jangan bosan, ya. Alon2, Mas. Sing sabar banget. :)

    ReplyDelete
  4. utk bisa mengikuti jaman, kita harus bisa dan mau utk belajar terus ya...

    ReplyDelete
  5. Bagus tuh, ibunya masih mau belajar .. salut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smg saya ikut termotivasi ya mbak, mungkin ini cara beliau mengajarkan kebaikan pada anaknya dengan memberikan contoh teladan yang baik. Thanks mbak niar...

      Delete
    2. Aamiin .. biasanya buah tak jauh jatuhnya dari pohonnya. kalau anaknya sudah menyadari pentingnya belajar seperti ibunya, insya Allah akan bisa lebih baik lagi ke depannya ;)

      Delete
  6. Replies
    1. Itu kontes mas, Bahasa Daerah harus diminati... dah ikutan belum mas, yuk ikutan...

      Delete
  7. katanya belajar itu batasannya hanya maut,
    salut buat ibu dan anak yang sabar mengajarkannya.
    sukses di Sadar Hatinya

    ReplyDelete
  8. berarti benar kalau yang namanya belajar itu seumur hidup, ya :)

    ReplyDelete
  9. Wah betul banget mas Adi suka sama kutipan surat Al-Alaq...ayat pertama yang turun an kyknya ada hikmah besar dibalik ayat pertama itu turun agaknya membaca menjadi kunci dari gerbang kehidupan hehe dan kehidupan terus berubah seiring jaman jadi membaca gak kan lekang kalo kita rajin baca bakal tmbh ilmu mantap mas josh smga menang y mas Adi aamin

    ReplyDelete
  10. Kitanya mesti fleksibel en dinamis ya, Bang.. :)

    ReplyDelete
  11. yo yo yo bener bgt! sing penting ra sah melu edan senajan jarene saiki jaman edan ...

    ReplyDelete
  12. saya tadi mbacanya kok omah gangsir..
    omah - rumah
    gangsir - semacam jangkrik yg hidup di tanah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, omah gangsir... buat pakan manuk kali ya...

      Delete
  13. Belajar memang kewajiban dan kebutuhan tiap manusia, ya. Terima kasih telah berbagi.. Hampir lupa dengan pepatah Jawa ini:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pepatah Daerah jangan dilupakan y mbak, banyak makna yang terkandung di dalamnya...

      Delete
  14. Wah, Ibu aja semangat, yang lebih muda jangan kalah semangatnya :D

    ReplyDelete
  15. Bener banget, harus selalu adaptasi dengan perubahan jaman, termasuk juga dg derasnya terpaan media yg mempengaruhi cara berpikir dan gaya bertutur anak2. Tak cuma kemajuan saja yg dibawa oleh perubahan jaman itu, namun degradasi mental pun bisa terjadi bila antisipasi terhadap 'jaman itu owah gingsir' tidak kita pikirkan utk generasi berikutnya :)
    Selamat belajar terus untuk ibunya ya mas, yg sabar loh ngajarinnya ;)

    ReplyDelete
  16. kalo gak mau belajar iptek jadi kudet ya mas...hehe

    ReplyDelete
  17. Bener jaman selalu berubah. Tiap jaman punya tantangan sendiri2. Yang bertahan adalah yang mampu mengakomodasi perubahan itu.

    ReplyDelete

 
©Mask-ID Blog 2017 all reserved | Privacy Policy | Disclaimer | Theme design by Dadang Herdiana | Ping search engines.