September 03, 2015

Hati-hati! Penipuan Toko Online Abal-abal



Hati-hati! Penipuan Toko Online Abal-abal | Mask-ID.com - Kehadiran internet memang memberikan nilai tambah yang sangat besar pada layanan bisnis jual beli barang. Dengan memanfaatkan internet, bisnis jual beli barang dapat menghemat biaya yang cukup besar. Selain itu, kecepatan layanannya juga meningkat dengan sangat drastis. Banyak bisnis jual beli barang sukses setelah membuka toko online. Alur kerjanya cukup simpel, promosikan barang via online - dapat konsumen - transaksi - kirim barang

Hati-hati! Penipuan Toko Online Abal-Abal. Dibalik kemudahan itu ternyata internet juga dimanfaatkan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berkedok toko online. Aktivitas penipuan model ini cukup mudah dan banyak menuai hasil. Teknik yang digunakan pelaku adalah dengan memberikan iming-iming harga murah dengan desain situs yang keren dilengkapi gambar-gambar produk yang meyakinkan. Tujuannya adalah agar mendapatkan kepercayaan dari pengunjungnya. 

Penipuan Toko Online Abal-abal | Mask-ID
Screenshoot pecakapan Mbak Melati (Nama Samaran) dengan admin Toko Online Abal-Abal (Dok. Pribadi)

Namun itu semua hanya fiktif belaka. Kenyataannya, barang tak kunjung datang setelah korban mentransfer uang untuk pembayaran. Hal ini seperti yang dialami sahabat saya di kantor yang tidak ingin disebutkan namanya, sebut saja Mbak Melati. Tertipu oleh toko online fiktif atau bisa juga disebut toko online abal-abal

KRONOLOGI
Kejadiannya terjadi di akhir bulan Juli 2015 lalu, berawal dari keinginan untuk membeli barang berupa "Kasur Karakter Lucu" bergambar tokoh kartun Upin dan Ipin di sebuah toko online. Setelah beberapa kali berkomunikasi dengan admin toko online via Blackberry Messenger (BBM) yang dia dapatkan dari Media Sosial, akhirnya Mbak Melati berminat. Ditransferlah sejumlah uang untuk membayar barang yang diinginkannya dari Bank BPD DIY ke Bank BRI dengan nomor rekening 033501064323504 atas nama Dedeh Suwarni.

Dua minggu lebih berlalu dan barang yang diinginkannya tak kunjung datang. Mbak Melati pun mencoba untuk mengkonfirmasi kembali barang pesanannya. Tidak mendapatkan kejelasan, Mbak Melati malah mendapatkan cerita yang berbelit-belit. Sang admin toko online berkelit saat diminta nomor resi pengiriman barang. Malahan, Mbak Melati diminta mentransfer kembali sejumlah uang sebagai jaminan karena ada kesalahan teknis pengiriman. Ada kelebihan barang yang ikut terkirim sehingga barangnya terpending sementara. Disinilah mulai kecurigaan bahwa dia telah tertipu. Barang yang dia inginkan ternyata hanya mimpi belaka. Sekarang dia pun telah mengikhlaskan uang yang telah dia transfer setelah berbagai upaya yang dilakukan seperti melaporkannya ke pihak yang berwajib.

TIPS MENGETAHUI TOKO ONLINE ABAL-ABAL
Dari kasus ini, dapat kita ambil hikmahnya. Hati-hati jika ingin membeli barang melalui toko online. Faktor keamanan menjadi penting ketika mengakses internet. Pelajari dahulu apakah itu toko online fiktif atau bukan, berikut ada beberapa tips mengetahui toko online abal-abal : 
  • Sistem pembayaran toko online hanya transfer saja. Tidak ada sistem pembayaran lain seperti rekening bersama atau sistem cash on delivery (COD). Sudah dapat dipastikan toko online tersebut abal-abal. Oleh karena itu hindari toko online yang hanya mau dengan sistem transfer saja. Disamping itu, Kebanyakan toko online fiktif menggunakan rekening fiktif, sehingga uang anda sulit untuk kembali jika anda tertipu. 
  • Dalam berkomunikasi dengan korban, toko online fiktif hanya menampilkan nomor HP, WA atau Pin BB saja. Jika dalam website atau toko online tidak memiliki pilihan sarana komunikasi dengan pelanggannya, maka dapat dipastikan toko online tersebut mung ngapusi. Oleh karena itu, hindari toko online ini. 
  • Ciri khas toko online fiktif adalah mereka akan meminta korbannya untuk melakukan transfer dana terlebih dahulu ke rekening bank yang telah dipersiapkan dan nomor rekening bank ini tidak pernah ditampilkan di situs dan hanya menampilkan nomor telepon ponsel atau Pin BBM saja. 
Fakta di lapangan, pengakses internet awam yang kurang ter-update dengan perkembangan terbaru jumlahnya jauh lebih besar daripada pengakses internet yang selalu ter-update dengan informasi terbaru, termasuk informasi mengenai penipuan toko online fiktif seperti ini. Alhasil, hanya dengan iming-iming yang meyakinkan sudah banyak memakan korban. 
Baca juga : Modus SMS Penipuan yang pernah saya terima

PENGADUAN MASYARAKAT
Upaya apa yang harus dilakukan kalau kita menjadi korban. Sahabat dapat mengirim nomor rekening penipu dan bukti transfer atau bukti lainnya melalui e-mail ke ncb-jakarta@interpol.go.id. Insyaallah, pengaduan masyarakat ini akan ditindaklanjuti oleh Pihak POLRI. Itupun kita hanya bisa pasrah saja. Karena mengungkap penipuan berkedok toko online abal-abal tak semudah membalikkan telapan tangan.

Semoga kita selalu dilindungi dari segala macam kejahatan penipuan. Dan selalu berprinsip "Teliti sebelum membeli". Big thanks for reading this article... See ya !

Referensi:
  • http://www.interpol.go.id 
  • http://bongkarpenipuan.blogspot.co.id

Get the latest articles of this blog by enter your email address here :

Delivered by FeedBurner

Author : Adi Pradana | Save what I like, all is mine

Hai, nama saya Adi Pradana. Seorang blogger yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia. Terima Kasih telah membaca artikel "Hati-hati! Penipuan Toko Online Abal-abal". Jika ada kritik, saran atau pun tawaran kerja sama, hubungi saya via email ke adi.05mania@gmail.com. Jangan lupa untuk subscribe dan follow blog ini ya. Happy Blogging !

22 komentar:

  1. betul mas, banyak penipuan sepertin ini
    teranyar, tiket konser bon jovi yang menelan 100-an juta
    gara2 website abal2 (bukan toko online) berada di peringkat satu google...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren tuh mas adminnya. Sisi negatif perkembangan IPTEK. Tinggal bagaimana kewaspadaan kita memanfaatkan internet ya mas. Ono-ono wae yo mas...

      Delete
  2. Jujur, aku udah gak pernah lagi belanja online. Dulu, aku pernah kecewa. Barang yang aku beli gak sesuai kualitasnya dengan yang ada di fotonya. Jadinya, aku lebih suka toko offline aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, beli offline lebih puas ya mbak Nia. Hehehe

      Delete
  3. Link toko abal abalnya apa tuh mas, Nanti biar ngga banyak yang jadi korban... Pelakunya itu mencoreng nama baik Olshop ya...Saya suka belanja online tapi yang memiliki rekening bersama... soanya kalau barang ngga sampai dalam beberapa hari uang akan kembali...

    ReplyDelete
  4. iya mas sekarang ini keberadaan toko online udah semakin menjamur, ada toko online yang memang kredibel dan dapat dijadikan referensi untuk berbelanja online tapi tak sedikit juga toko online yang cuma sebagai kedok untuk melakukan penipuan. Dalam hal ini kita selaku konsumen musti bener-bener teliti dan bijak memilih toko online.

    ReplyDelete
  5. Saya juga bekerja di toko online dan kami juga melakukan administrasi pembayaran terlebih dahulu kemudian paket akan dikirim setelah selesai transfer. Alhamdulillah, toko online kami lancar jaya tidak ada niat untuk menipu dan ditipu siapapun. Yang penting harus pintar dalam berbelanja aja jangan tergiur oleh produk-produk yang bagus di kamera :)

    ReplyDelete
  6. Bentuk kejahatan memang dimana-mana ya. Jujur, saya sendiri menangani hal tsb dengan hanya transaksi transfer untuk pembayarannya, tetapi nomor rekening dan keterangan lainnya terpampang didalam web itu sendiri hehe..
    Salam!

    ReplyDelete
  7. semoga kali ini komen ku tidak di del nih hehe, aku lupa komen apa ya tadi, kalo gak salah periksa halaman urlnya harusnya sudah https dan menyediakan layanan COD serta komunikasi tidak terbatas wa, bbm or line saja

    ReplyDelete
  8. Kalo gue jarang beli barang dari pasar-pasar yang ada di Instagarm, Facebook atau BBM. Gue lebih memilih barang yang ada di Toko Online terpercaya. Yang sudah besar dan juga menggunakan rekening bersama karena lebih aman :))

    Sudah seharusnya masyarakat sadar akan hal ini supaya tidak ada lagi yang tertipu oleh toko online abal-abal :))

    ReplyDelete
  9. sy sering blanja online tpi alhamdulillah g prnh ketipu,btl hrs hati2 bgt milih olshop'y :)

    ReplyDelete
  10. saya jarang belanja online. kalo belanja di toko online besar atau punya temen aja.

    ReplyDelete
  11. Tetap harus hatihati ya mas. Makin jago aja penipu jaman sekarang ini.. Saya sering belanja online soalnya, Alhamdulillah selama ini aman-aman aja ;)

    ReplyDelete
  12. Tahun 2011 saya pernah kena tipu, beli hp blackberry storm 1 via toko online abal2 di FB, kasusnya mirip bgt seperti cerita diatas...kalau inget jengkel rasanya karena uang sekian juta raib hik...

    ReplyDelete
  13. hadehhh...masih banyak dan tambah banyak kayaknya...:(
    emang kudu ati2 kalo belanja online :(

    ReplyDelete
  14. yah kita meki hati-hati nich, apalagi sekarang semuanya serba online, dimana kita tidak bertemu secara langsung, pernah tetangga saya mengalami hal itu dimana membeli barang secara online, ternyata barang tidak sesuai denga gambarnya

    ReplyDelete
  15. Itulah kenapa saya enggak pernah beli-beli lewat online...lebih suka COD mas... :)

    ReplyDelete
  16. Hmm sebenarnya teman saya sesama bu-ibu yang jualan online masih banyak yang pakai cara 'manual' sih, nggak pakai rekber, no rek untuk transfer ya dishare saat udah deal harga + ongkir. Jadi sebagai pembeli tinggal pinter-pinternya kita menyelidiki dulu owner online shopnya. Saya juga pernah jualan online sih, promo via blog juga pernah, tapi saya sertakan info blog pribadi, FB pribadi, jadi calon pembeli bisa menelusuri dulu ownernya siapa & bagaimana. Malu kan kalau ada yang ngomel karena nggak amanah he he. Tapi tergantung orangnya juga sih. Ada yang sudah jadi DPO di salah 1 grup recommended online shop tapi ntah bagaimana kelanjutan kasusnya. Menurut saya sih laporkan saja ke polisi. Meski kasian sama anak si penipu tapi lebih kasian lagi kalau terus-terusan anaknya dikasi makan uang haram.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maasih share-nya mbak... Smg menjadi pembelajaran agar tidak tertipu di kemudian hari....

      Delete
  18. informasikan saja segala bentuk penipuan ke media online laporpolisi.com , supaya masyarakat tahu dan dapat antisipasi atas segala bentuk penipuan yang lagi marak di internet.

    ReplyDelete

 
©Mask-ID Blog 2017 all reserved | Privacy Policy | Disclaimer | Theme design by Dadang Herdiana | Ping search engines.